1. (SOAL) Setiap diri kita adalah pemimpin; dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Kepemimpinan adalah cara menggerakkan bagian diri tubuh kita dan orang lain untuk mencapai tujuan dengan penuh pengertian, dan kesadaran dan senang hati. adakah pemimpin yang ideal menurut anda? Jelaskan dan sertakan alasan jawaban anda. Bagaimanakah selayaknya sifat seorang pemimpin itu? Dan jelaskan pula tipe – tipe pemimpin yang anda ketahui?
(JAWAB) Menurut saya untuk zaman sekarang ini masih ada pemimpin yg ideal tapi sangat sulit untuk menemukannya, sebenarnya seperti apa sih pemimpin yg ideal itu? mari kita lihat ulasan di bawah ini :
Sifat-sifat pemimpin yang efektif menurut Kouzes & Posner (2002) adalah :
· Jujur = hal terpenting yg harus dimiliki seorang pemimpin adalah kejujuran karena hal ini adalah kunci utama untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan berhasil.
· Memandang jauh ke depan = setiap pemimpin wajib mempunyai visi dan misi karena hal itu lah yang dapat membuat dia dapat mencapai tujuannya, tapi perlu di ingat visi tanpa misi adalah hayalan namun bgtu pula sebaliknyaa misi tanpa visi adalah mimpi buruk jadi antara keduanya harus selaras dan seimbang.
· Memberikan inspirasi = pemimpin yang baik ialah pemimpin yang bisa menjadi inspirasi dan menginspirasi khalayak karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dan karirnya kelak.
· Adil = pemimpin yang adil sangat diperlukan oleh masyarakat karena adil juga merupakan salah satu syarat untuk menjadi pemimpim yang baik dan berhasil nanti.
· Berpikiran luas = wawasan luas juga diperlukan agar pemimpin tersebut dapat mengusai suatu masalah yang dihadapinya.
diantara beberapa poin di atas juga tidak kalah penting poin-poin berikut seperti : cerdas, lugas, berani, peduli, mempunyai imajinasi, bertekad kuat, dapat mengendalikan diri, mandiri dan beberapa sifat penting lainnya.
Sifat-sifat di atas berdasarkan penelitian Kouzes & Posner terhadap 20.000 pemimpin sebagai responden di empat benua. Dari sifat-sifat pemimpin yang ditemukan, mayoritas responden memilih empat sifat teratas yang harus dimiliki pemimpin yang efektif yaitu: (1) jujur, (2) memandang jauh ke depan, (3) mampu memberikan inspirasi, dan (4) kompeten. Kejujuran menimbulkan kepercayaan (trust).
Macam-macam tipe pemimpin :
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
Refleksi:
Pada dasarnya tipe kepemimpinan ini bukan suatu hal yang mutlak untuk diterapkan, karena pada dasarnya semua jenis gaya kepemimpinan itu memiliki keunggulan masing-masing. Pada situasi atau keadaan tertentu dibutuhkan gaya kepemimpinan yang otoriter, walaupun pada umumnya gaya kepemimpinan yang demokratis lebih bermanfaat. Oleh karena itu dalam aplikasinya, tinggal bagaimana kita menyesuaikan gaya kepemimpinan yang akan diterapkan dalam keluarga, organisasi/perusahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang menuntut diterapkannnya gaya kepemimpinan tertentu untuk mendapatkan manfaat.
2. (SOAL) Kecerdasan emosi sangat dibutuhkan oleh semua orang. Sebuah relasi antar manusia dapat berjalan baik dan sehat bila dalam relasi tersebut menggunakan kecerdasan emosi. Apakah yang anda ketahui tentang kecerdasan emosi ini? Mengapa anda menganggap penting faktor kecerdasan emosi ini untuk berelasi dengan orang lain? Jelaskan pula bagaimana pentingnya penggunaan kecerdasan emosi kaitannya dengan kepemimpinan di tempat anda bekerja!
(JAWAB) Selama bertahun-tahun Kecerdasan Intelegensi (IQ) telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Daniel Goleman (1999), adalah salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ).
Steiner (1997) menjelaskan pengertian kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi. Senada dengan definisi tersebut, Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.
Berbeda dengan pendapat sebelumnya, Patton (1998) mengemukakan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk mengetahui emosi secara efektif guna mencapai tujuan, dan membangun hubungan yang produktif dan dapat meraih keberhasilan. Sementara itu Bar-On (2000) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.
Dari beberapa definsi kecerdasan emosi tersebut ada kecenderungan arti bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.
· Mengapa kecerdasan emosi penting untuk berelasi dengan orang lain?
Kecerdasan emosi penting untuk berelasi dengan orang lain karena dalam hal menangani situasi yang bermuatan emosi, suatu kondisi yang sering terjadi. Ini barangkali adalah bagian yang paling sulit dalam pengembangan kecerdasan seseorang. Muatan dari emosi negatif serta dampak dari kepercayaan diri, keberanian, dan kejujuran dapat diperoleh dengan baik melalui kecerdasan emosi. Ketrampilan mengembangkan dan memanfaatkan kecerdasan emosi akan membentuk seperangkat kemampuan pokok yang mempengaruhi banyak isu bisnis yang vital bagi sensasi individu serta keberhasilan organisasi. Kecerdasan emosi merupakan faktor yang paling jelas mengatur pola kehidupan. Kecerdasan ini penting dalam pengelolaan emosi yang diperlukan untuk dapat membangun pola yang berhasil. Pengembangan kecerdasan emosi sangat penting bagi keberhasilan tingkah laku dan organisasi. Kecerdasan emosi merupakan penentu dalam pembentukan serta keberhasilan hubungan di masyarakat. Kecerdasan ini juga dapat menghilangkan perasaan takut, cemas, dan marah yang menghambat dalam pengendalian emosi.
· Pentingnya penggunaan kecerdasan emosi kaitannya dengan kepemimpinan di tempat anda bekerja adalah:
Dalam dunia kerja Kecerdasan Emosi ini menjadi penting. Ketika seorang pekerja melakukan tugas kerjanya, kecerdasan yang digunakan disini adalah kecerdasan intelejensia, nilai – nilai akademik menjadi pertimbangan sendiri. Namun ketika harus bertemu dengan klien, tim kerja dan harus memahami orang lain, maka diperlukan kemampuan Kecerdasan Emosi.
Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan Kecerdasan Emosi menghadapi hal – hal yang mungkin terjadi dalam kehidupan. Kita bisa menulis jurnal harian sebagai contoh, tapi jika ini menyulitkan kita karena tidak adanya waktu, maka kita bisa bertanya pada diri sendiri mengenai apa yang kita pelajari hari ini. Ini bisa ditanyakan sebelum memulai hari dan sesudahnya.
Selain itu kita juga bisa belajar dari orang lain. Orang lain adalah media yang memang paling ampuh bagi kita yang ingin mengembangkan kecerdasan emosi kita. Lalu kita juga bisa membaca buku, baik buku mengenai Kecerdasan Emosi maupun buku – buku lain seperti novel misalnya. Kita juga bisa melakukan trial and error. Dan tentunya kita juga bisa melaksanakan system yang ada. Karena dengan menjalankan system maka kita akan berinteraksi dengan berbagai macam keadaan, orang dan kasus. Dan disinilah emosi kita akan diuji.
3. (SOAL) Kemampuan melakukan presentasi dihadapan klien atau kelompok dan massa amat diperlukan bagi kita. Langkah – langkah apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan presentasi yang baik dan berhasil! Sebagai seorang pemimpin kemampuan melakukan presentasi dan berbicara di depan orang adalah sebuah keharusan agar dapat menggerakkan dan memandu pegawai pada tujuan dan misi perusahaan Apa yang di maksud dengan impromti, bagaimana seharusnya seorang pemimpin melakukan presentasi yang baik dan efektif!
(JAWAB) Langkah-langkah yang harus dipersiapkan agar presentasi berjalan baik dan lancar adalah:
· Pengetahuan Anda. Kemungkinan Anda tidak akan melakukan presentasi kecuali jika Anda tahu sedikit tentang apa yang Anda akan bicarakan, tapi Anda tidak pernah tahu. Dengan tidak adanya tahun pengalaman, Anda harus melakukan banyak riset dari reputasi sumber sebanyak mungkin. Jangan hanya Google dan Wiki melalui jalan. Dapatkan di luar sana dan melakukan beberapa wawancara, berbicara dengan seorang pustakawan (mereka akan dengan senang hati membantu), dan hanya benar-benar sampai ke titik di mana Anda merasa Anda tahu di dalam subjek Anda dan keluar. Tidak hanya akan memperbaiki akhlak pengetahuan Anda sendiri, serta bahwa audiens Anda, Anda akan menemukan bahwa hal itu jauh lebih menyenangkan dan Anda merasa lebih nyaman jika Anda tahu subjek Anda secara menyeluruh.
· Persiapkan beberapa A / V Aids (audio dan video). jika Anda akan memiliki proyektor digital yang Anda inginkan, Anda pasti harus melihat ke dalam membuat presentasi Powerpoint (atau yang serupa) untuk meningkatkan presentasi Anda. Pastikan bahwa grafis Anda membantu Anda di sepanjang cerita, daripada mengalihkan perhatian dari cerita. Jika proyektor tidak tersedia, melihat ke dalam menyusun buklet untuk pergi bersama dengan pidato Anda. Ada banyak gaya yang berbeda buklet, sehingga Anda harus berkonsultasi dengan toko cetak lokal Anda, atau lihat di internet flr berbagai pilihan. gaya mengikat yang berbeda-beda sebenarnya dapat menyampaikan hal yang berbeda. Beberapa, seperti kumparan plastik yang mengikat, tidak mengambil banyak pikir atau usaha, dan jika Anda sedang melakukan presentasi, mengatakan, sebuah proposal bisnis yang penting, atau layanan Anda pitching ke klien potensial baru, Anda mungkin akan ingin menendang itu membuat takik . Wire-o mengikat, misalnya, merupakan cara terbaik untuk menambahkan sedikit sentuhan elegan untuk bahan presentasi Anda.
· Senyum dan percaya diri. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, kita tahu, tapi praktek dalam hal ini akhirnya akan membuat sempurna. Jika Anda seorang pemula presentasi, Namun, ada beberapa trik untuk membantu Anda mendapatkan lebih kegugupan itu. Hal pertama adalah mengingat bahwa Anda tidak berbicara dengan makhluk jahat yang keluar untuk menyakiti Anda. Mereka adalah orang-orang, seperti Anda, dan mereka hanya ingin dihibur dan informasi. Mengacu kembali ke nomor satu item dalam daftar ini, bettter yang Anda tahu materi Anda, semakin baik Anda akan datang. Juga melakukan semua trik-mengurangi stres normal seperti menarik napas dalam dan visualisasi hasil positif. Dan tidak ada salahnya untuk membuka dengan lelucon lucu dan enak. Biarkan kepribadian Anda datang melalui, dan Anda akan baik-baik.
· Lihat untuk yang tidak biasa. Ketika Anda sedang mempersiapkan materi Anda, tidak ada salahnya untuk mencoba dan menemukan fakta-fakta yang akan mendapatkan perhatian yang besar. Bukan untuk mengatakan Anda harus mengarah ke sensasional, tapi pasti berusaha untuk menemukan beberapa detail yang akan menarik audiens Anda, dan membuat presentasi Anda lebih pribadi untuk mereka. Ini akan membantu membuat presentasi Anda lebih mudah diingat.
· Jika Anda Flop, Jangan Berkeringat. Kita semua mengalaminya. Mungkin Anda mungkin ingin mengambil kelas pada berbicara di depan umum, atau bergabung dengan organisasi lokal seperti Toastmasters. Berbicara di depan umum adalah keterampilan yang dapat dipelajari, hanya membutuhkan latihan dan kesabaran.
Impromtu adalah disampaikan secara spontan, perucap hanya membicarakan isu isu ringan yang menyentuh hal-hal yang telah berlalu isu semasa, harapan dan ramalan masa depan. Isi ucapan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan kemahiran.
Seorang pemimpin harus kreatif melakukan presentasi kepada pengikutnya. Presentasi ini harus meliputi visi, misi, goal, action plan, dan fokus. Di mana, dalam setiap presentasi pemimpin harus secara cerdas mampu mentransformasikan nilai-nilai yang kuat dan positif kepada rencana tindakan yang jelas. Pemimpin harus memanfaatkan keterampilan presentasi ini untuk mengkomunikasikan dan meyakinkan kepada para pengikut, bawahan, tim, atau kelompoknya tentang ide dan visi yang harus diperjuangkan bersama.
4. (SOAL) Sebelum menjadi pemimpin yang sesungguhnya, setiap orang pastilah di haruskan dapat memimpin dirinya sendiri, terlebih bila anda menjadi seorang pemimpin di tengah masyarakat. Pemimpin yang baik adalah ketika dirinya memiliki manjemen diri dan manajemen waktu dalam setiap kegiatan yang dilakukannya? Apa yang anda ketahui tentang manajemen diri dan manajemen waktu bagi seorang pemimpin !
(JAWAB) Manajemen diri adalah orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan untuk mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus wilayah diri yang paling bermasalah. Dan yang paling biasa bermasalah dalam diri itu adalah hati. Oleh karena itu kita harus bisa memenej hati.
Menata hati dan potensi yang ada di dalam diri diperlukan kecerdasan. Saat ini seseorang berkarya tidak cukup dengan kecerdasan rasional yaitu seseorang yang bekerja dengan rumus dan logika kerja saja, atau dengan kecerdasan emosional (Goleman, 1996) agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggung jawab dan life skill lainnya. Dan satu hal lain yaitu kecerdasan spiritual agar seseorang merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya (Zohar, 2002).
Jika diantara ketiganya kita satukan untuk dapat manata atau mamenej diri, tidaklah mungkin semua yang sudah kita rencanakan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Karena dari ketiga kecerdasan tersebut saling mendukung dalam menata diri.
Kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memenej dirinya sendiri. Karena setelah dapat memenej diri sendiri pasti orang itu akan dapat memimpin.
Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna,yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktifitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan. Jebakan yang sering muncul disini adalah rasa percaya diri dapat cepat bila dikerjakan sendiri dimana itu perasaan yang kurang tepat. Setelah pengorganisasian terjadi maka penggerakan pun dilakukan yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada pemegang delegasi. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan termasuk permintaan bantuian dari atasan maupun bawahan dengan cara berani mengatakan “TIDAK”. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan dilakukan pengawasan berdasarkan rencana, yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. Dalam situasi waktu sesuai rencana belum habis sedangkan pekerjaan telah tuntas seyogyanya dipergunakan untuk menambah kuantitas, merencanakan pekerjaan selanjutnya dan atau investasi waktu. Pendek kata, kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan. Empat prinsip tersebut, applikabel dalam semua pekerjaan. Variasi terjadi dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. Perencaaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari perencanaan jangka pendek, bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. Commited to time.
Manajemen diri bagi pemimpin :
1–Mereka terus belajar.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada
henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang
sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga
membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan
mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu,
meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2–Mereka berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier.
Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan
melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan
untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban
orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan
intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral,
pelayanan, dan sumbangsih.
3–Mereka memancarkan energi positif.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan
bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan
mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi
orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil
sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi
destruktif menjadi positif.
4–Mereka mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain
mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara
berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa
hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak
menjadi naif.
5–Mereka hidup seimbang.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak
sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini
membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri,
dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik,
tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada
diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai
hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
6–Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu
sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman
mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh
kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena
berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel
dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani
kehidupan yang berkelimpahan.
7–Mereka sinergistik.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan.
Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik.
Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif.
Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang
memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana
masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
8–Mereka berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian
manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui
diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat,
sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Demikianlah sedikit ulasan saya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua,,
kesempurnaan hanya milik ALLAH dan kekurangan adalah milik saya,,
akhir kata wassalam :)
Demikianlah sedikit ulasan saya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua,,
kesempurnaan hanya milik ALLAH dan kekurangan adalah milik saya,,
akhir kata wassalam :)
